16. Jujutsu Kaisen




[ Beberapa tahun kemudian.]

Maki : "Apa ini saatnya kita mendapatkan adegan ?"

Panda : "Aku ingin tahu, apakah aku masih akan ada ?"

Menoleh ke arah ayah nominal nya, Masamichi Yaga, panda sedikit takut akan keterikatan Masamichi Kisa dan rasa posesifnya terhadap Yaga, tapi dilain sisi, dia juga berharap dapat diterima oleh sosok yang dikaguminya.

Bagaimanapun, bahkan Satoru sendiri, yang dikenal sebagai yang terkuat dan serba bisa, tidak mampu melakukan apa yang bisa dilakukan oleh Masamichi Kisa.

Jadi bukan hal yang aneh bagi panda untuk mengaguminya.

Yaga : "Ada. Pasti ada."

Masamichi Yaga tidak mengatakannya hanya karena dia ingin panda tetap ada, tapi karena sesuatu di dalam dirinya mengatakan bahwa panda pasti akan ada.

Mungkin hanya firasat, tapi dia sangat mempercayainya.

[ Matahari terbenam rendah di langit, memancarkan rona keemasan yang hangat di atas Jujutsu High. Para siswa tersebar di seluruh halaman, tawa dan celoteh mereka memenuhi udara, tetapi yang bergema bagi Geto Suguru hanyalah simpul kecemburuan yang tumbuh. Dia bersandar di dinding, lengan disilangkan dan mata menyipit, memperhatikan saat Gojo Satoru dengan mudah berbicara dengan Masamichi Kisa.

Cara Gojo memberi isyarat dengan bersemangat saat gadis .... Tidak, dia kini telah menjadi wanita. Wanita itu menertawakan sesuatu yang dia katakan.

Suara indah ini seperti lonceng yang berdenting, dan jelas itu adalah suara yang selalu dapat memberikan kenyamanan padanya, tapi sayangnya kini suara yang disukai olehnya justru membuat perutnya mual.

Bukan karena dia tidak menyukai salah satu dari mereka, melainkan, kemudahan Satoru dalam mendekati orang-orang yang membuatnya jengkel.

Kepercayaan diri yang terpancar dari temannya terasa seperti lampu sorot, menarik semua orang ke dalam cahayanya. Dan Masamichi Kisa pun tidak luput dari pesona pria itu.

Shoko : "Geto."

Sebuah suara membuyarkannya dari lamunannya, dan setelah dia berbalik, itu ternyata adalah Shoko, yang matanya sedang mengamatinya dengan khawatir.

Shoko : “Kau harus bergabung dengan mereka. Tidak ada gunanya jika hanya terus berdiri di sini.”

Ucap Shoko memberikan saran dengan tulus.

Meski secara pribadi dia merasa Nanami Kento lebih cocok untuk Masamichi Kisa, karena betapa dewasa dan bisa diandalkannya junior itu, tapi orang yang dimaksud justru terlalu tanpa harapan karena sifat kakunya telah menghalangi kemajuan yang mungkin terjadi.

Akhirnya, Shoko pun berpaling dan memutuskan untuk mendukung temannya yang dia rasa lebih memenuhi syarat, dibandingkan dengan orang tertentu yang terus berusaha membolos dan melemparkan tugasnya secara paksa pada orang lain.

Lagipula yang dibutuhkan oleh Kisa adalah seseorang yang dapat membantunya, bukan sebaliknya. ]

Satoru : "........ Shoko ?"

Shoko : "Selama kamu memiliki telinga yang bagus, kamu akan tahu bahwa bukan aku yang mengatakan itu."

Saling bertatapan selama beberapa detik, Satoru yang berpura-pura sedih, menunjuk ke layar dengan jari telunjuknya.

Arti dari tindakannya sangatlah jelas.

Lihat, bukankah itu kamu ? Adalah apa yang sedang disampaikan oleh pria itu.

Shoko : "Setidaknya introspeksi diri dulu sebelum mengeluh."

Satoru : "Semua orang melakukannya dengan rela !"

Kamu pikir kita akan percaya !? Pikir semua penyihir jujutsu di sana.

[ Suguru : Aku baik-baik saja.” Gumam Suguru, kekesalan terlihat jelas dalam nadanya.

Shoko : “Kau tidak bisa menipu siapa pun,” kata Shoko, suaranya tegas tetapi lembut.

Shoko : “Apa yang masih menahanmu ?”

Suguru mendorong dirinya dari dinding.

Suguru : “Kamu salah paham, benar-benar tidak ada masalah.”

Namun cara Kisa tersenyum pada Satoru membuatnya hampir gagal mempertahankan senyum palsunya.

Mengabaikan pandangan khawatir Shoko, dia berbalik, tekad muncul di dalam dirinya, dan dia akan memastikan bahwa Kisa hanya melihatnya.

Lalu ....

Hari berganti minggu saat Geto Suguru menyusun rencana untuk menyelipkan dirinya di antara Gojo Satoru dan Masamichi Kisa.

Dia memulainya dengan meyakinkan wanita itu bahwa dia bisa membantunya dalam komunikasi interpersonal dan mensortir beberapa berkas yang melelahkan. Alhasil, setiap sesi membuatnya merasa menang, sementara Gojo Satoru yang paling membenci pekerjaan merajuk di sudut, berpura-pura tidak peduli tetapi sesekali melirik Suguru dengan tajam.

Satoru : “Kau tahu, kau tidak perlu membantunya seperti itu,” kata Gojo Satoru di suatu sore.

Mengetukkan pensil ke meja dengan kesal saat Masamichi Kisa sedang pergi.

Suguru : “Dia kelelahan.” Jawab Geto Suguru dengan lembut.

Meski dia memang memiliki niat terselubung dalam membantunya, namun dia memang tidak tahan dan merasa sedih akan kelelahan wanita itu.

Satoru : “Lagipula aku sedang mencarikan orang-orang yang bisa membantunya, sebentar lagi Kisa akan memiliki lebih banyak waktu luang, dan caramu tidak akan lagi berguna.”

Geto Suguru mengangkat alisnya tidak terkesan. “Kau benar-benar yakin Kisa akan istirahat ?”

Mengingat rekam jejaknya yang tidak pernah berhenti bekerja, dia meragukannya.

Rahang Gojo Satoru mengatup.

Satoru : “Itu karena mereka semua terlalu bergantung pada Kisa, jadi selama aku bisa mengumpulkan lebih banyak orang-orang yang profesional dan mampu, lalu melarang keras mereka untuk menggangunya, dia pasti tidak perlu lagi bekerja terlalu keras !"

Suguru : “Kau harus berhenti bersikap konyol, Satoru. Kisa bukanlah piala yang bisa dimenangkan.”

Satoru : "Tentu saja aku tahu. Dan aku tidak melakukannya hanya karena aku cemburu padamu !" Bentak Satoru, melepaskan kepahitan yang baru saja ia tanam. ]

Mendengarnya, Geto Suguru benar-benar terkejut.

Mengakui ?

Apakah sahabatnya yang begitu sombong itu benar-benar mengakui bahwa dia merasa cemburu !?

Sebenarnya, tidak hanya Geto Suguru, semua orang yang mengenal Gojo Satoru dan mereka yang telah melihat kepribadian orang itu juga sama terkejutnya.

Rasanya seperti melihat Gojo Satoru palsu.

[ Keheningan yang tajam menyelimuti kedua orang itu.

Dan setelah Gojo Satoru sadar dengan apa yang dia katakan, barulah dia menunjukkan ekspresi malu yang lupa untuk disembunyikan.

Kisa : "..... Apa yang terjadi ?"

Kenapa suasana ruangan ini tiba-tiba menjadi aneh ?

Masamichi Kisa yang baru saja datang dengan panda yang membawa beberapa kotak yang menumpuk ditangannya, langsung terperangkap dalam suasana tidak wajar karena tarik-menarik yang berantakan antar dua sahabat itu. ]

Panda : "Ah ! Itu aku !"

Disitu fokus mu !? Keluh beberapa orang yang tertarik pada persaingan antar dua sahabat itu dan terdistraksi oleh suara bersemangat panda.

Disaat Panda begitu bersemangat melihat dirinya yang benar-benar muncul, Masamichi Yaga justru sebaliknya, dia, sebagai seorang ayah merasa khawatir pada gadis kecilnya yang polos dan murni (?)

Alisnya pun berkerut karena khawatir.

Bahkan, meski pelamar itu adalah murid-muridnya sendiri, Yaga tidak memihak pada siapapun selain putrinya sendiri.

Dan dengan filter tebal ayah tuanya, membuatnya berpikir bahwa tidak ada yang pantas untuk bersama putri kecilnya.

Saat ini Masamichi Yaga akhirnya benar-benar telah sepenuhnya menempatkan dirinya sebagai seorang ayah.

Saat ini Masamichi Yaga akhirnya benar-benar telah sepenuhnya menempatkan dirinya sebagai seorang ayah


Bab sebelumnya

Daftar bab

Bab berikutnya

Comments

Popular posts from this blog

01. Detektif Conan

14. Jujutsu Kaisen

24. Hanya Hari-hari Biasa 2