10. Tidak Cukup Hanya Dengan Satu Identitas




Wanita yang menghilang didepan Kazekage dengan begitu misterius tidak lain dan tidak bukan adalah kloning Adelia dari set pakaian gemini.

Meski Kazekage berpikir pakaian yang Adelia kenakan aneh, sebenarnya itu hanyalah pakaian adat dari negara yang berada di dunia lain.

Adelia menggunakan set pakaian Dewi panen yang memiliki kemampuan membawa kesuburan.

Pakaian itu adalah kebaya brokat semi transparan dengan ekor panjang yang mencapai tanah, berwarna ungu muda dengan sulaman bermotif rumit dari benang emas yang membuatnya terlihat semakin mewah. Lalu, di bagian bawahnya adalah jarik motif batik berwarna gelap dengan sulaman benang emas dan perak.

Rambut hitam tintanya yang disanggul, dihiasi dengan aksesoris berbahan dasar daun pandan dan melati serta memancarkan wangi lembut yang menenangkan, bersama sembilan cunduk mentul yang akan bergoyang-goyang di setiap gerakan.

Jika rubah berekor sembilan adalah wanita menggoda setiap mata dan menawan di setiap gerakannya, maka set pakaian ini adalah sosok wanita keibuan yang lembut dengan temperamen anggun seperti wanita bangsawan. Walaupun rubah berekor sembilan juga cukup anggun, namun keanggunannya tidak sebanding dengan set pakaian Dewi panen yang sekarang dia kenakan.

Sayangnya Dewi tidak semenarik rubah dalam beberapa aspek. Kau tahu, kita sedang membicarakan aset wanita disini.

Bersembunyi di antara pepohonan yang melindunginya, Adelia yang sudah bukan lagi rubah berekor sembilan sedang mengawasi kelompok Kazekage dengan tenang.

"Kenapa kalian hanya diam ?! Segera cari wanita tadi secepatnya !"

Kazekage langsung memberikan perintah pencarian tanpa menyadari target yang ditetapkan olehnya sedang mengawasi setiap gerakannya.

'Aku harus cepat-cepat menyelesaikan semuanya. Besok adalah hari yang penting, aku harus menemani Naruto pergi ke akademi untuk yang pertama kalinya.'

Beberapa waktu yang lalu, di desa Konoha, tepatnya dirumah indah tempat Hasina dan Naruto tinggal. Hasina yang mengetahui bahwa sudah waktunya bagi anak-anak untuk memulai awal kehidupan akademi mereka, telah memutuskan untuk sesegera mungkin menemui Gaara.

Karena dia hanya memiliki sedikit ingatan mengenai rencana Yondaime Kazekage yang berencana untuk menguji bocah malang itu dengan cara yang tidak manusiawi, dan justru berakhir mengubahnya menjadi senjata hidup yang tidak lagi memiliki hati. Adelia, yang tidak tahu kapan tepatnya anak itu berubah menjadi seorang bocah psikopat gila, sangat panik dan ingin bergegas untuk melihat situasi.

Kemudian, setelah melewati berbagai macam pertentangan batin yang sulit, Adelia pun mengingat kemampuan perhiasan rantai dahi yang indah dari set gemini.

Adelia yang akhirnya mempunyai cara untuk pergi pun segera membuat kloningan dirinya, dan segera dikejutkan oleh penampilan kloningannya yang ternyata bisa diubah-ubah sesuai dengan yang dia inginkan. Karena itu diapun dapat membuat dirinya yang baru untuk menggantikannya keluar dari desa tanpa masalah.

Namun sayangnya, meskipun kloning, hal itu hampir seperti robot tanpa kesadaran mandiri. Mereka hanya mengikuti apa yang diintruksikan padanya, yang membuat Adelia harus pergi sendiri untuk menyelesaikan masalah yang penting. Tapi, selain kekurangan tentu saja ada kelebihan. Kloningan itu mampu kembali ke tubuh utama dan memberikan setiap kenangan, dan disaat genting mereka juga mampu beralih kesadaran setiap beberapa menit sekali.

Akhirnya tibalah saat Adelia sampai di desa Suna.

Adelia yang sudah membuat identitas palsu, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan bermain peran. Dia sudah membuat identitas baru yang akan membuat desa Suna dengan senang hati menerimanya.

Namun, dia tidak mau terlalu menunjukkan keinginan untuk berintegrasi dengan mereka. Bagaimanapun juga pasti akan terlihat mencurigakan jika orang yang memiliki kemampuan berharga, tiba-tiba muncul dan bergegas ingin mengenal sekelompok orang asing.

Karena itulah Adelia pergi ke Ma No Sabaku yang terkenal berbahaya dan selalu diawasi untuk berjaga-jaga dari hewan buas, agar kehadirannya segera disadari oleh mereka.

Saat Adelia terus mengawasi dan mencari waktu yang tepat untuk muncul kembali, salahsatu shinobi Suna membuka cadar dan menunjukkan wajahnya yang akrab dan langsung membuatnya bersemangat.

'Masih hidup !'

Paman dari pihak ibunya Gaara, Yashamaru. Pria itu hidup dan berdiri dengan sehat di depannya.

Akibat tatapan panas dari Adelia, Yashamaru yang memiliki insting shinobi yang telah diasah oleh waktu, langsung merinding tanpa tahu penyebabnya.

Yashamaru terus melihat kesana kemari, namun tidak mendapatkan petunjuk apapun.

'Apa aku salah ?'

"Ada apa Yashamaru ?"

Melihat saudara iparnya yang mengkhawatirkan dirinya, Yashamaru berusaha menenangkan.

"Tidak apa-apa Kazekage-sama. Sepertinya saya hanya terlalu was-was karena tempat yang tidak biasa."

"Tetap pertahankan. Lebih baik waspada daripada menyesal."

Yashamaru tiba-tiba mengingat wanita asing yang sebelumnya mengejutkan semua orang di pihak mereka.

Terlalu cantik, terlalu tidak nyata. Sama seperti hutan ini, keduanya tampak terlalu seperti ilusi.

Dengan pemikiran yang tidak menentu dikepalainya, mereka akhirnya berhasil menemukan wanita itu sekali lagi.

Dia duduk diatas batu, dan dikelilingi oleh hewan-hewan yang tidak seindah dirinya. Ladybugs, coyotes, kelelawar, dan burung hantu, dia terkejut semua hewan itu dapat hidup ditempat iklim yang ekstrim seperti tempat ini.

"Apa yang kalian mau ?"

Suara merdu yang seperti lonceng angin keluar dari bibir merah mudanya.

"Itu–"

"Siapa kamu ?!"

Yashamaru terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba yang diucapkan oleh iparnya. Meski normal untuk menanyakan itu, namun menanyakannya langsung seperti itu tidaklah terdengar baik.

Bagaimanapun merekalah yang menerobos masuk hutan ini.

"Tidakkah kalianlah yang seharusnya memperkenalkan diri setelah masuk kedalam hutan ku ?"

Mendengar jawaban wanita itu, Yashamaru langsung memperkenalkan diri untuk meringankan suasana yang tiba-tiba berat.

"Namaku Yashamaru dari Sunagakure. Nona, meski ini mungkin adalah hutan anda, tapi hutan anda tiba-tiba muncul di wilayah negara kami, jadi....."

"Ah...... Maaf..... Aku tidak tahu. Apakah aku membuat kalian kesulitan ?"

Melihat wanita yang berperilaku baik, semua orang menjadi memandangnya dengan sikap yang jauh lebih sopan.

"Tidak."

"Begitu...... Baguslah...... Haruskah aku pergi ?"

"Tidak perlu, kamu bisa datang ke desaku dan tinggal disana."

Mendengar ucapan Kazekage mereka, semua orang menjadi bersemangat.

"Mengingat aku juga cukup kesepian, undangan itu jujur saja sangat menarik minatku, tapi...... Desamu akan berubah menjadi hutan jika aku tinggal disana, apakah tidak masalah ?"

Untuk meningkatkan nilainya, Adelia sengaja mengatakan itu untuk membuat mereka tahu betapa berharganya dia.

Dan seperti yang dia harapkan, semua orang melihatnya seperti harta berharga yang harus disimpan.

Keserakahan dimata mereka nyaris tidak bisa disembunyikan.

"Tapi aku tidak mau menerima perintah dari siapapun."

"Apa ?!"

Kazekage yang sebelumnya bahagia langsung berubah kesal.

"Jangan kira aku tidak bisa melihat keserakahan kalian. Hanya karena aku mau hidup berdampingan, bukan berarti aku bisa dijadikan sebagai alat."

Menyadari mereka terlalu terang-terangan menunjukkan keserakahan mereka, rasa malu dan penyesalan langsung menggantikannya.

"Baiklah. Bagaimana jika kita pergi ke desa sekarang ?"

Melihat iparnya yang mengulurkan tangan pada si cantik, kecemburuan melintas di hati Yashamaru.

Meski dia tidak percaya pada cinta pada pandangan pertama, Yashamaru tidak bodoh, dia tahu bahwa dirinya sudah tertarik saat pertama kali dia melihatnya.

'Ku harap Rasa-sama tidak tertarik secara romantis padanya.'

Mengikuti dari belakang, Yashamaru mendengarkan percakapan dua orang itu dengan tangan terkepal yang disembunyikan.

"Namaku Rasa, siapa namamu ?"

"Senang mengenalmu Rasa-san, kamu bisa memanggilku Roro."

"Baiklah, Roro. Dari mana asalmu ?"

"Aku tidak yakin apakah kamu bahkan tahu. Sebenarnya aku jatuh dari langit beberapa waktu yang lalu, dan aku tidak bisa mengenali tempat ini samasekali. Jadi, apakah kamu bahkan percaya ?"

Mengingat informasi yang dilaporkan oleh bawahannya mengenai rubah berekor sembilan yang jatuh dari langit di Konoha, Rasa langsung berusaha menggali lebih banyak informasi darinya.

"Apakah kamu mengenal wanita rubah berekor sembilan ?"

"Hm.... ? Maksudmu Hasina ? Tentu saja (karena itu adalah diriku yang lain)."

"Bagaimana dengan kekuatannya ? Apakah wanita rubah itu kuat ?"

"Ya..... Tentu saja. Dia satu-satunya yang tersisa di rasnya. Ngomong-ngomong aku tahu ini bukan duniaku, jadi bagaimana kamu tahu tentangnya ?"

Informasi mengenai jatuhnya Hasina dari langit seharusnya telah dijaga ketat oleh desa Konoha, namun Suna sudah mengetahuinya hanya dalam beberapa minggu, dan jelas itu terlalu cepat.

Dia mulai bertanya-tanya apakah ada mata-mata dari desa lain yang sudah ditanamkan di Konoha.

"Wanita rubah itu juga jatuh dari langit sepertimu, namun dia jatuh di desa lain."

Menyadari ekspresi Rasa yang tiba-tiba menjadi tegang, memikirkan percakapan barusan membuat Roro langsung mengerti bahwa pria itu khawatir dia dekat dengan wanita rubah yang jatuh di Konoha.

"Senang mengetahui ada yang sama sepertiku. Tapi sayang sekali aku tidak dekat dengannya (karena jarak Konoha dan Suna cukup jauh, dia tidak berbohong). Sepertinya akan terasa canggung jika aku tiba-tiba muncul dan berusaha bergaul dengannya."

Ekspresi tegang Rasa langsung berubah menjadi lebih lembut meski hanya sedikit perbedaan yang bisa diperhatikan.

"Ngomong-ngomong, apakah hewan-hewan tadi tidak ikut denganmu ?"

"Tentu saja mereka ikut. Sekarang mereka sedang berada di dalam ruang bayanganku. Mereka selalu bisa mengikuti ku sepanjang waktu dengan cara itu."

"Seperti hewan panggilan."

"Kalian juga bisa ?"

"Meski bisa, tapi tidak semua orang mampu melakukannya."

Percakapan yang harmonis terus terjadi sampai mereka tiba di desa Suna.

Semua mata langsung tertuju pada Roro yang menonjol diantara mereka. Dari segi pakaian, perhiasan, maupun wajah, Roro terlalu menarik perhatian.

Hingga seruan terkejut muncul dari seseorang di gerombolan penonton disekitar.

"Bunga tumbuh ditempat yang dia injak !"

Mengikuti tangan yang menunjuk ke arah kaki wanita yang bingung, semua orang menyaksikan bunga putih kecil yang tumbuh dari kecambah hingga berbunga dengan kecepatan yang tidak wajar.

Sebelumnya, karena terlalu fokus pada wajah si cantik, semua shinobi yang mengikuti di belakang hanya menatap wajahnya dan berakhir tidak menyadari fenomena ajaib yang sudah terjadi sejak awal mereka bertemu.

"Itu...... Um......"

Meski Adelia telah terbiasa dengan orang-orang yang menatapnya sepanjang waktu saat dia menjadi Hasina. Tapi, tatapan para orang-orang dari desa Suna saat ini pada dirinya yang sekarang membuatnya agak takut.

'Rasanya seperti berada ditengah-tengah segerombolan zombie !'

Mata mereka seperti orang-orang kelaparan sepanjang tahun yang akhirnya menemukan makanan enak, dan membuat Roro sebagai fokus mereka sangat ingin mengangkat kaki untuk segera melarikan diri.

╔═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╗
✧*。 see you later 。*✧
╚═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╝

╔═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╗✧*。 see you later 。*✧╚═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╝

Author note :

ngomong-ngomong, aku berencana menambahkan lebih banyak lagi identitas untuk Oc ku, tapi itu untuk rencana kedepannya, semua tergantung pada mood ku.
(´>؂∂ ' )۶

Kuharap kalian bisa terbiasa dengan nama protagonis yang mungkin akan lebih sering berganti-ganti dimasa depan.
( •́ㅿ•̀ )

Jadi demi kenyamanan kalian sendiri, selamat mengingat~
↜(۳`▽´)۳ hahahahahaha ..... .....

_❪❀˖❫❥

Bab sebelumnya 

Daftar bab 

Bab berikutnya 

Comments

Popular posts from this blog

01. Detektif Conan

14. Jujutsu Kaisen

24. Hanya Hari-hari Biasa 2