11. Jujutsu Kaisen
[ Geto Suguru selalu percaya bahwa melindungi kelangsungan hidup yang lemah adalah tanggung jawab dari mereka yang kuat, dan adanya mantra adalah untuk melindungi orang-orang non-penyihir.
Dengan pemikiran seperti itu, semua orang hanya merasa dia baik atau semacamnya, dan sahabat baiknya lah satu-satunya orang yang akan berusaha berdebat dengannya mengenai keyakinannya itu.
Tapi, meski begitu, dia masih memegang erat ideologinya, hingga bahkan berusaha untuk menjadi lebih dan lebih kuat setiap harinya, meskipun dia harus memakan bola kutukan yang menjijikan sepanjang waktu sekalipun.
Sungguh, dia tidak pernah merasa keberatan saat melakukannya.
Sampai .... juniornya yang tidak begitu akrab dengannya, secara mengejutkan telah berhasil menggoyahkannya sedikit.
Kisa : "Senpai, menempatkan nilai untuk diri sendiri pada orang lain adalah hal yang salah. Orang harus mengerti bagaimana cara mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu."
Berbeda dari Gojo Satoru yang selalu mengatakan hal-hal yang pesimis untuk berdebat dengan dirinya, Masamichi Kisa berbicara seperti sedang berusaha mengajarkannya.
Namun sayangnya, karena dia terlalu terkejut saat itu, dia sampai lupa untuk bereaksi, hingga gadis itu pergi meninggalkannya ditempat itu sendiri.
Lalu, akhirnya penilainya pada Masamichi Kisa pun berubah, dari junior pendiam yang jarang bicara, menjadi bijaksana dan dewasa. ]
Suguru : "...... Benar-benar beruntung."
Geto Suguru merasa iri.
Dia benar-benar cemburu pada dirinya dari dunia lain yang bisa mendapatkan seseorang seperti Masamichi Kisa di hidupnya.
Dia bahkan mengandai andai, bagaimana jika ....
Menyentuh bagian atas dadanya, dimana jantung itu berdegup kencang saat dia memikirkannya.
Bagaimana jika ada seseorang seperti Masamichi Kisa di hidupnya ?
Bukankah itu akan sangat luar biasa ?
Dia dan semua orang akan bahagia ....
He~ seseorang sepertinya hampir kehilangan kendali. Pikir Osamu Dazai dalam hati
Geto Suguru tidak tahu betapa gilanya ekspresi yang dia buat saat ini.
Begitu penuh obsesi bengkok, hingga sangat menakutkan.
Bahkan Gojo Satoru pun hampir tidak mengenalinya.
[ Geto Suguru berpikir, bahwa semua akan selalu seperti ini, begitu lancar sampai-sampai dia tidak pernah berpikir bahwa kata kegagalan akan muncul dalam hidupnya.
Sampai ....
Riko : "Aku ingin pergi ke lebih banyak tempat berbeda bersama kalian semua dan melihat lebih banyak hal baru. Aku benar-benar ingin !"
Mereka berdua tersenyum, tapi sedetik kemudian, pelipis Amanai Riko tertusuk peluru.
Untuk pertama kalinya, dia gagal ....
Mereka adalah yang terkuat, tapi .... Apakah dia juga ?
Dia bahkan tidak bisa menyelamatkan seseorang yang ada tepat didepan matanya.
Dan kematian gadis itu pun, telah benar-benar menghancurkan pengakuan dan kepercayaan Geto Suguru terhadap kekuatannya sendiri.
Namun tidak sampai disitu saja, dia bahkan kalah dari non-penyihir yang telah membunuh Amanai Riko, dan dibiarkan hidup hanya karena orang itu khawatir, bahwa semua kutukan yang telah ia jinakkan akan berkeliaran bebas setelah dia mati.
Lalu .... Yang terburuk dari semua yang telah terjadi ....
Adalah tepuk tangan semua orang di kultus agama bintang yang merayakan kematian seorang gadis tak berdosa, dan bahkan telah menjadi mimpi buruknya. ]
Yosano : "Bajingan ! Sekumpulan sampah !"
Yang paling dibencinya adalah mereka yang tidak menghargai kehidupan, dan hebatnya .... semua orang di layar yang sedang merayakan sudah mendapatkan rasa bencinya yang setara dengan Mori Ogai di sebelah.
Dazai : "Benar. Itu memang sekumpulan sampah."
Fukuzawa : "Hal terpenting dalam menjadi manusia adalah kesadaran diri. Tapi mereka bahkan tidak sadar bahwa diri mereka memiliki masalah mental dan perlu berobat untuk berbenah diri. Sungguh luar biasa sekelompok orang gila bisa membuat kultus sesat semacam itu tetap eksis."
Ranpo : "Menurut pengamatan ku, Masamichi Kisa tidak akan membiarkan kelompok semacam itu tetap ada. Sedangkan untuk cara mengatasinya..... Semua orang seharusnya sudah mengerti seberapa kejamnya wanita itu."
Mendengarnya, meski Sawada Tsunayoshi tidak menyukai kekejaman, tapi dia tetap merasa lega bahwa kelompok dengan orang-orang yang gila seperti itu akan diurus oleh Masamichi Kisa.
[ Setelah semua yang terjadi, Geto Suguru pun berubah, dari penyelamat keadilan yang gigih, berevolusi menjadi pesimis yang penuh kebencian.
Apalagi mengingat bahwa hanya ada sedikit orang biasa yang memiliki kebenaran, kebaikan, keindahan, dan akhlak mulia, dia pun mulai menjadi skeptis terhadap manusia, tepatnya non-penyihir yang dia anggap sebagai biang dari semua masalah yang ada.
Tapi .... Saat dia pikir kenyataan selalu mengecewakannya.
Seseorang datang untuk menyadarkannya.
Kisa : "Pergilah dengan keyakinanku. Setidaknya, kamu tidak akan bingung lagi."
Cahayanya .... ]
Yosano : "Ini hanya perasaanku atau...."
Dazai : "Ya. Itu benar."
Ranpo : "Terlalu jelas. Hanya orang idiot yang tidak bisa melihatnya."
Sawada Tsunayoshi yang tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan : "......"
Aku merasa ditargetkan.
Kugisaki : "Maki-senpai. Apakah mungkin itu ?"
Maki : "Mungkin saja."
Panda : "Tapi lebih terlihat seperti obsesi bagiku."
Kugisaki dan Maki : "Benar....."
[ Setelah layar menjadi hitam untuk sementara waktu, suara "Ting" dari bunyi oven yang telah selesai digunakan terdengar, barulah muncul gambar dapur yang sedikit berantakan di layar.
Kisa : "Hm...... Aromanya cukup bagus."
Mengambil loyang dengan tangan yang menggunakan sarung tangan oven, Masamichi Kisa menaruhnya di atas meja, dan keluar dari dapur untuk memanggil anak-anak yang sedang bermain di lantai atas.
Kisa : "Nanako..... Mimiko..... Cookie nya sudah matang. Ayo siapkan icing bersama untuk menghiasinya."
Mimiko : "Un~"
Nanako : "Kami datang !"
Lima belas menit kemudian, ketiganya sudah mulai menghiasi cookie dengan icing sugar yang berwarna warni.
Bentuk yang lucu dan warna yang cerah membuat hati menjadi lebih bahagia.
Tapi ....
Itu saja belum cukup ....
Harus ada yang istimewa.
Nanako dan Mimiko saling berpandangan, dan cookie dengan bentuk hati berhasil diberikan pada Masamichi Kisa yang tidak tahu apapun tentang rencana mereka.
Mimiko : "Kisa-nee.... Bagaimana jika menggunakan warna merah ?"
Nanako mengangguk setuju.
Nanako : "Atau pink juga cantik !"
Masamichi Kisa yang awalnya berniat untuk mengambil warna biru pun langsung mengganti targetnya.
Dengan perasaan ingin menjadi adil bagi dua anak tersebut, dia menghias cookie berbentuk hati itu dengan dua warna yang dipilihkan oleh keduanya, merah dan pink yang sangat girly.
Melihat bahwa rencana pertama mereka sukses, kini hanya tinggal menunggu kesempatan datang untuk menyelesaikan rencana terakhir.
Yaitu ....
Pembungkusan !
Nanako : "Kisa-nee ! Ayo berikan juga kartu ucapan di atasnya. Pasti cantik !"
Mimiko : "Un ! Tuliskan juga nama penerima agar lebih spesial !"
Ada apa dengan dua anak ini ?
Mereka bersemangat sekali ....
Tapi karena permintaan mereka bukanlah sesuatu yang berlebihan, Masamichi Kisa pun langsung setuju saja tanpa pikir panjang.
Lalu .... akhirnya, setelah berhasil memasukkan cookie berbentuk hati ke kotak Masamichi Kisa yang akan diberikan pada Geto Suguru, dua anak itu langsung melakukan tos untuk merayakan keberhasilan mereka sebagai mak comblang. ]
Koyo : "Ara~ dua cupid yang berdedikasi~"
Telinga Geto Suguru memerah.
Meski tidak mungkin bagi dirinya untuk bersama Masamichi Kisa, tapi ... Jika setidaknya dia dari dunia lain lah yang menjadi pasangannya, dia akan tetap bahagia.
Nanako : "Seperti yang diharapkan dariku !"
Mimiko : "Un !"
Hanya Geto-sama mereka lah yang layak untuk wanita luar biasa seperti Masamichi Kisa.
Yang lain hanya bisa berkhayal saja !
Comments
Post a Comment