05. Jujutsu Kaisen




[ ??? : "Kamu sudah bangun."

Amanozako : "Anda......"

Yaga : "Namaku Masamichi Yaga, kamu bisa memanggilku paman."

Amanozako : "Paman ?"

Yaga : "Ya. Jadi sekarang, bisa kamu mengatakan pada paman, siapa namamu ?"

Seorang anak dengan kimono berkualitas tinggi yang tidak sesuai dengan usia dan ukuran tubuhnya, pingsan di hutan Aokigahara yang sekilas sangat tidak normal.

Selain itu, sepanjang perjalanan, dia juga bisa merasakan pengawasan hati-hati yang ditujukan pada dirinya, dari banyak sekali ular yang tiba-tiba muncul di hutan entah darimana.

Rasanya seperti mereka sedang menjaga anak itu, jikalau dia berniat melakukan sesuatu yang buruk padanya.

Karena gadis kecil itu bukan anak biasa, memberikannya kepada polisi jelas bukan hal yang benar untuk dilakukan.

Sedangkan untuk para petinggi dunia sihir ....

Sudahlah, mereka tidak bisa diharapkan.

Untuk sekarang, yang terbaik adalah mencari keluarga dari anak ini dan mengembalikannya pada mereka.

Tapi ....

Amanozako : "Aku..... Aku sudah membuang namaku."

Yaga : "...... Apa ?"

Amanozako : "Sejak orang itu berniat untuk menjual ku, aku tidak lagi menggunakan nama yang dia berikan padaku."

Yaga : "........ Menjual ?"

Sejak kapan jual beli anak mulai terjadi di Jepang !?

Yaga : "Apakah...... Kamu dari keluarga penyihir ?"

Jika itu mereka, sebenarnya masih mungkin.

Jika membunuh saja tidak tabu bagi mereka, seharusnya melakukan jual beli anak juga bisa mereka lakukan.

Amanozako : "Penyihir ?"

Yaga : "Seseorang yang menghilangkan sesuatu seperti monster di sana."

Menunjuk ke luar jendela, Amanozako terkejut dengan banyaknya makhluk aneh yang sulit dijelaskan rupa dan bentuknya.

Amanozako : "Sangat menjijikkan !"

Yaga : "Ya..... Kutukan memang terlihat menjijikkan."

Meski yang diluar hanya tinggal tersisa yang lemah saja, tapi lemah tidak membuat penampakan mereka menjadi lebih baik. ]

Sonoko : "Jelek sekali ! Bahkan menyebut hal itu jelek, merupakan penghinaan pada kata jelek !"

Suzuki Sonoko merasa seperti ingin melepas bola matanya dan mencucinya hingga bersih.

Siapa sangka, sesuatu sejelek itu benar-benar bisa ada didunia.

Tidakkah mereka ingin mati saat melihat diri mereka sendiri di kaca ?

Itu pun jika mereka bisa berpikir normal seperti manusia.

Dazai : "Menarik~ apakah itu monster dari dunia lain ? Bagaimana cara menghilangkannya ? Apakah senjata biasa bisa digunakan ?"

Osamu Dazai sengaja melihat ke arah para remaja di area penyihir, bagaimanapun .... semua orang yang cukup pintar tahu, bahwa anak-anak muda adalah yang paling mudah diajak bicara.

Dan seperti yang sudah diduga, mereka menjawab semua pertanyaannya begitu saja.

Bahkan mulai menjelaskan asal dari terbentuknya roh kutukan, yaitu energi yang terbentuk dari emosi negatif manusia, dimana ketika energi telah mencapai titik kritis, ia akan menghasilkan kutukan seperti yang telah mereka lihat sebelumnya.

Sedangkan cara untuk menghilangkan kutukan, adalah dengan menggunakan mantra, dan kekuatan mantra tersebut berasal dari emosi negatif manusia yang hanya dimiliki oleh para penyihir.

Ranpo : "Kedengarannya buruk." Ucapnya dengan suara lirih seperti berbisik.

Karena sumber kekuatan mantra adalah emosi negatif, itu berarti semakin banyak emosi negatif yang dimiliki seorang perapal mantra, akan semakin kuat mereka jadinya, namun dilain sisi, hal ini sama saja dengan semakin gila mereka pada akhirnya.

Bayaran dari kekuatan mereka adalah kewarasannya.

Dan setelah mengetahui hal tersebut, apakah mereka masih merasa ini benar-benar layak ?

Mungkin ia ....

Lagipula tanpa perapal mantra, tidak ada yang bisa menghilangkan kutukan ....

Tapi–

Tidak, informasinya masih kurang.

Fukuzawa : "Sepertinya pekerjaan sebagai konselor psikologis cukup menjanjikan di sana."

Para penyihir yang tidak pernah menemui psikiater : "........."

[ Singkat cerita, Masamichi Yaga pun berniat untuk mengangkat Amanozako yang tidak memiliki identitas sebagai putrinya.

Amanozako : "Mengangkat ku...... Sebagai putri mu ?"

Yaga : "Ya. Mungkin aku tidak bisa menjadi suami yang baik bagi istriku dahulu, yang membuatnya menceraikan ku. Tapi, aku berjanji akan menjadi ayah yang baik untukmu."

Amanozako : "Maksudmu...... Seorang ayah yang akan menjagaku ?"

Yaga : "Ya."

Amanozako : "Menyayangiku ?"

Yaga : "Ya."

Amanozako : "........ Dan selalu ada untukku ?"

Yaga : "Aku tidak bisa menjanjikan hal yang tidak pasti seperti sesuatu dimasa depan, tapi setidaknya, aku akan membuktikannya dengan usahaku."

Amanozako : "....... Un..... Ayah....."

Pria ini akan menjadi ayah ku ....

Aku memiliki ayah yang ku mau ....

Seorang ayah yang berjanji akan melindungi ku.

Milik ku .... Ayah yang hanya milikku ....

Ayah .... Ayah .... Ayah .... ]

Kata ayah yang terus terulang ulang di layar hitam dengan font berwarna merah yang terlihat sangat menakutkan.

Hanya dengan melihatnya saja siapapun dapat merasakan kegilaan wanita itu dan obsesinya terhadap seorang ayah.

Bahkan Gojo Satoru yang tak kenal takut pun dapat merasakan merinding di sekujur tubuhnya karena hal tersebut, yang cukup membuktikan bahwa itu lebih dari mampu menakuti orang normal.

Satoru : "Wah~ wanita itu benar-benar sangat gila~"

Gojo Satoru bahkan mulai merasa sedikit bersimpati pada nasib gurunya di dunia yang berbeda.

Nicoline : "Ha-ha-ha."

Dia dulu memang sudah kehilangan banyak kewarasannya.

[ Yaga : "Lalu..... Untuk nama, apakah kamu ingin memberikan dirimu sendiri nama yang kamu suka ?"

Amanozako : "Aku..... Aku menginginkannya darimu, ayah....."

Merasakan ketergantungan calon putri kecil ini terhadap dirinya, Masamichi Yaga merasa masam, dan semakin merasa kasihan pada gadis kecil itu.

Akhirnya, setelah berpikir cukup lama, dia pun memutuskan untuk memberikannya nama, dan doa yang paling tulus dari dalam hatinya.

Yaga : "Kisa (喜晶)"

Kisa : "Kisa ?"

Yaga : "Yang berarti 喜 : kegembiraan dan 晶 : terang/bersinar. Dengan nama ini, aku berharap agar kamu bisa hidup bersinar dengan penuh kebahagiaan. Bagaimana ?"

Meskipun dia merasa nama ini sangatlah bagus, Yaga merasa dia masih harus mendapat persetujuan dari pihak yang bersangkutan.

Bagaimanapun juga, ini adalah namanya ....

Nama yang akan menjadi bukti keberadaannya di dunia.

Kisa : "Ya. Aku sangat menyukainya."

Lalu, meski penuh lika-liku, pada akhirnya Masamichi Kisa pun berhasil menjadi putrinya.

Putri satu-satunya, Masamichi Yaga. ]

Satoru : "Aku tidak menyangka bahwa kamu akan menggunakan jasa dari web gelap untuk membuat identitas putrimu, sensei~ ?"

Dibuat kesal oleh ejekan dari muridnya, Masamichi Yaga yang terlihat ingin memberikan pukulan penuh cinta pada muridnya, dibuat terkejut saat melihat polisi dari dunia Conan menatap tak setuju pada tindakannya yang melanggar hukum di layar.

Yaga : ".........."

Apa boleh buat, mengangkat anak di Jepang itu sulit. Apalagi Kisa yang juga tidak memiliki identitas yang jelas, membuat apa yang sudah sulit menjadi semakin sulit.

[ Lalu, akhirnya dimulailah kehidupan sehari-hari keluarga kecil kedua orang itu.

Dari ayah dan anak yang sarapan bersama, dilanjutkan dengan mengantarkan putri kecil itu ke sekolah, hingga liburan ke berbagai tempat, dan disusul dengan interaksi kecil lainya.

Semua terlihat sempurna. ]

Nicoline : "Nostalgianya......"

Saat itu dia hampir melupakan dunia miliknya, dan nyaris tenggelam dalam kehidupan normal baru yang akhirnya bisa dia dapatkan.

[ Adegan pun terus berlanjut dari frame per frame, dimana layar terus menunjukkan pertumbuhan Kisa dari hari ke hari dengan sangat cepat, seperti fast forward button telah ditekan.

Dan kini, gadis kecil dengan lemak bayi di layar itu telah berevolusi menjadi wanita yang bermartabat, stabil, dan dewasa.

Namun ada saat ketika dia yang biasanya bermartabat, seperti wanita kuno itu menunjukkan sedikit kesegaran, yang membuat orang-orang tergoda untuk mendekat.

Tapi tentu saja, di setiap dunia, pasti ada setidaknya satu anomali.

Satoru : "Tsk. Sangat menyebalkan, kamu terlihat seperti orang-orang tua di keluargaku yang akan segera memasuki peti mati. Benar-benar memiliki temperamen membosankan dan tidak ada keaktifan anak muda sama sekali !"

Kisa yang baru saja masuk ke sekolah menengah jujutsu : "........."

Benar-benar anak yang disengaja dan kasar.

Sungguh kata-kata yang sangat tidak sopan untuk diucapkan.

Saat ini bahkan wajah tampan Gojo Satoru pun tidak berguna, hingga direduksi menjadi penjahat yang kejam di adegan ini. ]

Maki : "Tsk...... Tsk..... Tsk....."

Maki bahkan sampai tidak bisa berkata-kata mengenai betapa rendahnya kecerdasan emosional guru baiknya.

Shoko : "Sungguh....... Ini benar-benar Gojo Satoru muda yang lebih menyebalkan."

Yaga : "Kamu harus belajar bagaimana caranya bicara dengan benar, Satoru."

Haibara : "Yaga-sensei benar, Gojo-senpai !"

Meski dia bahkan tidak memiliki teman sekelas ini di dunianya, itu tidak menghalangi dia untuk tetap memihak pada wanita yang terlihat sangat bisa diandalkan tersebut.

Nanami : "Memalukan sekali, Gojo-san."

Suguru : "Itu sangat tidak sopan, Satoru."

Satoru : "Bahkan Suguru pun juga !?"

Gojo Satoru merasa ini sangat tidak adil baginya

Satoru : "Kalian benar-benar kejam, bagaimanapun itu bukan aku !"

Sepertinya dia sangat tidak populer, adalah apa yang kebanyakan orang-orang dari dunia lain pikirkan tentang penyihir terkuat ini.

Sepertinya dia sangat tidak populer, adalah apa yang kebanyakan orang-orang dari dunia lain pikirkan tentang penyihir terkuat ini


Bab sebelumnya

Daftar bab

Bab berikutnya

Comments

Popular posts from this blog

01. Detektif Conan

14. Jujutsu Kaisen

24. Hanya Hari-hari Biasa 2