02. Jujutsu Kaisen




Meski semua orang sadar, bahwa film ini adalah sesuatu yang benar-benar telah terjadi dan dialami oleh seseorang, mereka secara sadar ataupun tidak sadar, akan memikirkannya dalam sudut pandang penonton.

Tepatnya .... seperti saat ini, yang telah sampai di bagian dimana adegan telah tiba ke titik penentu yang sangat penting yang berpotensi untuk mengubah protagonis dan memajukan plot.

Meski kasar, mengingat adegan awal film yang ditunjukkan, itu cukup masuk akal.

[ Tapi sepertinya sulit untuk merawat hal kecil dan lemah ini.

Amanozako mulai mempertimbangkan kembali keputusannya.

Meski dia memang tertarik pada mereka sekarang, namun siapa yang tahu berapa lama perasaan ini akan bertahan ?

Jika dia bosan dan mulai melupakan dua anak itu, mereka yang dikelilingi oleh pelayan yōkai dikediamannya, pasti tidak akan mendapatkan hari-hari yang baik setelahnya.

Dengan pertimbangan itu, dia akhirnya memutuskan untuk meninggalkan dua anak ini sendiri, dan kembali.

Tapi ....

Kusa : "A–Amanozako....... Sama....."

Tangan kecil menarik sudut lengan kimononya untuk menghentikan dia.

Amanozako : "Hm ?"

Terkejut akan tindakkan temannya, Yuki berusaha untuk melepaskan tangan temannya yang masih menjepit kain kimono sang dewi.

Kusa : "Bisakah..... Bisakah anda membawa ku dan Yuki bersama anda ?"

Yuki : "Kusa !?"

Kusa : "Yuki pandai melakukan pekerjaan rumah seperti bersih-bersih dan memasak, dan saya..... Saya bisa menyembuhkan luka, memurnikan udara kotor, dan menanam tanaman herbal...... Jadi....."

Tolong terima kami.

Sebagai yōkai dan manusia lemah tanpa tempat tinggal dan tujuan, mereka benar-benar tidak tahu harus apa lagi.

Amanozako : "Aku memiliki banyak pelayan dan tabib yang bisa melakukan hal-hal yang baru saja kamu tawarkan."

Jadi lebih baik menyerah lah saja.

Dia khawatir dua anak ini akan mengalami nasib buruk karena kelalaiannya.

Bagaimanapun, dia tetaplah Amanozako, sang Dewi yang mengerikan. Meski dia cenderung baik dan mudah bergaul di hari-hari biasa, tapi sifat alaminya adalah kekejaman yang berdarah dingin.

Dia tidak mau mengambil resiko.

Kusa : "........ Itu......"

Yuki : "Kusa ! Sudah..... Cukup. Jangan menyulitkan dermawan kita !"

Menekan punggung temannya, Yuki dan Kusa pun membungkuk 90° untuk meminta maaf seberat-beratnya.

Melihat betapa menyedihkannya ekspresi yōkai kecil itu, hati Amanozako sedikit tergerak, dan dia pun berpikir untuk membantu keduanya dengan cara yang berbeda.

Amanozako : "Kalian sepertinya tidak memiliki tempat tinggal tetap, kan ?"

Yuki : "Eh ? Ah ? Ia......."

Amanozako : "Jika begitu, jadilah Miko ku. Jaga kuil milikku dan aku akan melindungi mu."

Setelah tercengang cukup lama, kedua anak itu langsung melontarkan kata-kata terimakasih terus menerus seperti rentetan yang tiada habisnya.

Meski berisik seperti burung pipit yang berkicau ditelinga, tapi ....

Sepertinya .... Ini tidak buruk.

Lalu setelahnya, dia membawa kedua anak itu ke kuil miliknya yang telah di tinggalkan.

Meski tua dan berdebu, tempat itu tatap bagus karena tidak ada kerusakan sedikitpun karena segel miliknya.

Amanozako : "Ini akan menjadi tempat kalian tinggal sekarang. Lalu untuk makanan dan hal lainnya, aku akan memberikan kalian benih untuk ditanam dan alat untuk kalian gunakan."

Menuntun anak-anak itu berkeliling, dia menjelaskan satu persatu apa yang perlu mereka perhatikan, dan tidak boleh lakukan.

Sampai malam pun tiba, dan dia merasa sudah sudah cukup bicara, barulah dia berniat untuk pergi.

Amanozako : "Ah.... Untuk makanan, seragam Miko, dan lilinnya, aku akan memerintahkan pelayanku untuk mengantarkan itu nanti. Setidaknya sampai kalian bisa hidup mandiri tanpa bantuan dariku lagi." ]

Tsunayosi : "Amano– maksudku..... Kisa-san.... itu sebenarnya adalah orang yang benar-benar baik dan peduli."

Reborn yang mendengar gumaman murid bodohnya, hampir tidak bisa menahan tawa.

Reborn : "Meski hyper intuisi vongola memang tidak salah, tapi itu juga tidak sepenuhnya benar."

Tsunayosi : "Tapi dia membantu anak-anak itu...."

Mendapatkan kesempatan, pria berambut putih di kelompok Varia langsung meludahkan racun untuk menghina musuh yang dibencinya.

Squalo : "Benar-benar bodoh dan naif, berpikir orang lain baik hanya karena beberapa tindakan saja."

Gokudera : "Apa !? Berani-beraninya kamu menghina Jūdaime !?"

Squalo : "Hah ? Ingin bertarung !?"

Gokudera : "Kamu pikir aku takut !?"

Reborn : "Itu hanya karena mereka berhasil menarik perhatiannya, jika tidak, apakah menurutmu dia akan peduli ?"

Menurunkan sedikit pinggiran topinya, Reborn memperingati mereka dengan sedikit bayangan yang menutupi sisi atas wajahnya.

Reborn : "Jangan lupa. Dia sendiri mengakui kekejaman nya."

Dan jelas itu bukan hanya ungkapan untuk menunjukkan kerendahan hatinya, melainkan penegasan wanita itu akan sifatnya.

[ Lalu waktu pun berlalu, hari demi hari dan Amanozako belum juga bosan pada kedua anak itu.

Dia terus memperhatikan mereka, dan bahkan sesekali datang untuk berbicara mengenai berbagai hal, yang membuat mereka terlihat lebih seperti teman dibanding sang dewa dan miko nya.

Sampai titik dimana dewa tertentu pun mulai merasa cemas akan perubahan dari sang Dewi yang mengerikan.

Orochi : "Di dunia ini, memiliki kenangan sendirian, adalah semacam kesepian yang merasuk jauh ke dalam jiwa, dan rasa sakit tak terkatakan yang disebabkan olehnya akan menjadi kutukan. Jadi, jangan terlalu terikat pada sesuatu."

Amanozako : "Tapi Kusa itu yōkai, dia akan hidup cukup lama untuk menemaniku."

Orochi : "Jangan terlalu percaya diri. Bahkan dewa yang kuat sekalipun tidak mahakuasa, dan kamu tidak mungkin bisa melindunginya selamanya. Hotaru."

Amanozako : "......... Ya..... Aku tahu." ]

Nicoline : "Hotaru....... ? Ah..... Benar juga. Itu nama sebelum aku mendapatkan julukanku sebagai Amanozako."

Dia hampir melupakannya.

Utahime : "Ngomong-ngomong, tidak adakah yang peduli mengenai hubungan Yamata no orochi dan Amanozako ?"

Sonoko yang senang mendengar seseorang mulai bergosip pun langsung menanggapi.

Sonoko : "Melihat betapa pedulinya Yamata no orochi pada Amanozako, itu seharusnya sepasang kekasih, kan ?"

Mendengarnya, beberapa gadis yang berdekatan mulai bersemangat dan ikut bergabung dalam diskusi.

Yosano : "Bagaimana menurutmu Ranpo ?"

Ranpo : "Meski informasinya masih belum cukup, tapi hampir bisa dipastikan bahwa itu adalah cinta satu sisi."

Para gadis : "Eh !?"

Dazai : "A..... Ah~ dewa yang malang~"

Setelah mendengarnya, Nicoline yang tersembunyi hampir tersedak air liurnya sendiri.

Nicoline : "Apa !? Siapa cinta siapa !?"

Meski npc itu hidup seperti manusia normal dan bahkan memiliki kecerdasan, tapi dia ingat betul bahwa pengaturan yang ditanamkan padanya adalah sahabat paling setia, bukan pria dengan cinta.

Lalu apakah karena mesin baru yang gagal berfungsi, yang memungkinkannya untuk melepaskan diri dari aturan ini ?

Atau ....

Dia benar-benar .... telah hidup ?

Semakin panik dia, semakin banyak hal yang bisa diingatnya.

Seperti contohnya darah yang mengalir keluar dari luka Orochi saat mereka masih muda dahulu, dia akhirnya baru menyadarinya sekarang.

Bukannya npc seharusnya tidak bisa berdarah ?

Bukannya satu satunya yang boleh memiliki tubuh kloningan, dan kesadaran mandiri, hanyalah mereka para karyawan setelah misi selesai ?

Nicoline : "........."

Jangan bilang .... mesin baru itu benar-benar bisa membuat makhluk hidup !?

Keringat dingin mulai mengalir di punggungnya.

Mesin itu ....

Ah .... ....

Mereka manusia telah mengacau ....

Dibawah Ini adalah gambar Yamata no orochi dari game onmyoji


Dibawah Ini adalah gambar Yamata no orochi dari game onmyoji.

Dibawah Ini adalah gambar Yamata no orochi dari game onmyoji


Bab sebelumnya

Daftar bab

Bab berikutnya

Comments

Popular posts from this blog

01. Detektif Conan

14. Jujutsu Kaisen

24. Hanya Hari-hari Biasa 2