11. Keberuntungan Juga Merupakan Bagian Dari Kekuatan




Langit malam disertai awan gelap dan rintikan hujan yang lumayan deras membuat suara alam yang menenangkan. Namun petir tiba-tiba muncul, dan membuat suara menggelegar yang keras hingga membangunkan seorang anak dari tidur nyenyak nya.

Matanya yang terkulai, mencari kesana-kemari dengan lesu, sampai tangan kecilnya terulur kearah boneka rubah, dia menggenggam dan langsung memeluknya dengan erat.

"Lapar......"

Anak itu turun dan berjalan perlahan-lahan seperti pencuri yang takut ketahuan.

Masih dengan wajah yang tidak karuan sehabis bangun tidur, dia tersenyum dan membuka kulkas dengan hati-hati.

"Naruto~ bukankah kaachan pernah mengatakan bahwa makan di tengah malam bukanlah ide yang baik. Itu tidak sehat dattebayo~ !"

"Ka–kaachan ?!"

Terkejut dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba, Naruto melompat kaget dan langsung kehilangan rasa kantuknya.

Namun karena tindakannya, sandwich buah yang dia pegang hampir terlepas dari tangannya, yang membuatnya langsung panik hingga reflek cepat dan sedikit keberuntungan membuat anak itu berhasil menangkapnya setelah nyaris gagal dalam prosesnya.

Melihat atraksi menarik didepannya, Hasina memberikan tepukan tangan ringan sambil bercanda.

"Baiklah. Sandwich itu akan menjadi bayaran untuk pertunjukan tadi, tapi ingat jangan makan tengah malam lagi !"

Saat Hasina telah selesai memergoki putranya dan berjalan hingga didepan pintu dapur, dia tiba-tiba berhenti dan memalingkan kepalanya untuk melihat putranya yang dengan senang hati menggerogoti roti dengan pipi montok yang penuh dengan makanan.

"Jangan langsung tidur setelah makan !"

"Hai~ !"

Melanjutkan kembali langkahnya hingga sampai didalam kamarnya, tubuh Hasina yang merupakan kloning, langsung mengirimkan pesan suara menggunakan telepati pada inang aslinya.

'Tuan. Saya sudah selesai mengikuti instruksi anda, dan memberikan pesan yang ingin anda sampaikan pada tuan muda.'

'Kerja bagus. Beri tahu aku jika hal yang sama terulang lagi.'

'Sesuai keinginan anda.'

Beralih ke desa Suna.

Roro yang telah berhasil melewati kepungan orang yang bermata lapar, kini sedang duduk di dalam rumah yang diberikan oleh desa kepadanya.

Rumah tidak bisa, yang menggunakan tanah liat sebagai pondasi utama.

Kukoo~ kukoo~

Burung hantu kecil terbang masuk kedalam ruangan, dan dengan gesit hinggap disamping Roro yang duduk di sofa empuk dan nyaman yang dia keluarkan dari dalam game.

"Bagaimana ?"

Kukoo~

"Begitu. Terimakasih, kamu bisa makan cemilan sebagai hadiah."

Roro mengeluarkan daging yang sudah dipotong tipis dan seragam, memberikannya pada burung hantu yang memakannya dengan riang.

Mengawasi burung hantu yang menikmati hadiahnya, Roro mengelus lembut tubuh berbulu yang halus burung itu dengan hati-hati.

"Aku tidak tahu bahwa ada banyak sekali pengaturan menarik yang dimiliki oleh game itu."

Burung hantu yang sebelumnya berwarna putih dan berukuran besar, ternyata juga memiliki kemampuan untuk diubah dengan fitur didalam game yang sudah hampir tidak lagi dia kenali.

Game my dress up yang sebelumnya sudah beralih menjadi MMORPG tiba-tiba diketahui bahwa sekarang juga memiliki fitur baru yang serupa dengan avatar maker, dan bahkan mungkin akan menjadi lebih banyak dimasa depan nanti.

Entah bagaimana, Roro sudah tidak terlalu terkejut seperti diawal. Kini dia sudah terbiasa, dan justru mencari lebih banyak fungsi yang mungkin lebih berguna lagi daripada sebelumnya.

'Aku ingin tahu. Jika aku memakai set pakaian dwarf, apakah aku akan memiliki kemampuan membuat benda sihir ?'

Dengan pemikiran yang tiba-tiba terlintas itu, Roro tidak menyadari kekacauan macam apa yang mungkin saja akan terjadi jika alat sihir bisa digunakan di dunia ini.

***

Di ruangan tertentu, seorang anak berambut pendek runcing berwarna coklat kemerahan, sedang duduk dengan ekspresi bahagia.

"Yashamaru, apa yang terjadi tadi ? Kenapa begitu ramai ?"

"Seseorang yang hebat telah menjadi bagian dari desa kita."

"Benarkah ?!"

"Setidaknya semua orang berusaha agar dia mau tetap tinggal didesa ini untuk seterusnya."

"Seperti apa dia ?"

"Dia......"

Yashamaru memikirkan senyum lembut Roro, dan tidak tahu bagaimana cara yang cocok untuk menjelaskannya.

"Dia adalah wanita yang bisa membawa kesuburan pada padang pasir yang beriklim ekstrim."

Mendengar jawaban pamannya, Gaara menjadi tertarik dan ingin mengenal sosok itu lebih jauh lagi.

"Apakah itu semacam jutsu ?"

"Tidak. Dia hanya perlu berada disana, dan tumbuhan akan mulai tumbuh disekitarnya."

"Hebat !"

"Ya......."

"Aku benar-benar ingin bertemu dengannya !"

Menyadari sesuatu, senyum bahagia yang manis diwajahnya perlahan-lahan menghilang, digantikan oleh cemberut kesedihan saat Gaara tahu betapa tidak mungkinnya hal itu untuk terjadi.

Semua orang menganggapnya monster, dan mereka membencinya, tidak menutup kemungkinan bahwa orang itu mungkin juga akan merasakan hal yang sama.

"Gaara-sama ?"

"Yashamaru, apakah...... dia mungkin akan membenciku seperti yang lainnya ?"

"Mungkin tidak. Roro-san sepertinya bukanlah seseorang yang seperti itu."

Yashamaru mengingat bagaimana perhatian dan baiknya Roro dalam memperlakukan seorang anak. Dia akan menjawab semua pertanyaan yang mereka ajukan, dan mengizinkan mereka mendekati hewan panggilannya, sampai bahkan bermain bersama mereka.

Sebenarnya karena insting Adelia sebagai guru TK telah diaktifkan. Namun, dimata Yashamaru yang tidak tahu kebenarannya, dari segi visual maupun personality, Roro terlihat sebagai sosok sempurna tanpa adanya kekurangan apapun, dan itu merupakan penilaian yang sangat tinggi untuk pertemuan mereka yang pertama kali.

***

Keesokan harinya didesa Konoha, Adelia yang telah beralih kesadaran dengan kloningannya, langsung bergegas membuatkan sarapan super enak, dan membangunkan Naruto yang akan memulai hari pertamanya di akademi dengan semangat yang tinggi.

Sayangnya Hasina yang bersemangat membuat Naruto agak sedih, karena bagaimanapun juga pergi ke akademi sama saja dengan mereka yang akan berpisah untuk sementara waktu. Tapi, demi ibunya yang dipenuhi kebahagiaan, sebagai seorang anak yang baik, Naruto jelas akan memenuhi harapan ibunya untuk menjadi lebih kuat.

Meski berbeda dengan keinginan Hasina yang menginginkan Naruto agar menjadi semakin termotivasi untuk menjadi hokage, pada akhirnya Naruto tetap berusaha untuk menjadi lebih kuat meski alasannya yang sekarang telah berubah.

Ambisinya sekarang bukan lagi untuk membuktikan dirinya pada desa, tapi demi menjadi kebanggaan bagi ibunya.

Sangat manis, tapi plot akhirnya telah benar-benar melenceng jauh dari yang seharusnya.

"Maa~ kaachan benar-benar sangat gugup~"

"Akulah yang pergi, jadi kenapa kaachan yang gugup dattebayo ?"

"Habisnya~ ini pertama kalinya aku mengantarkan anakku ke akademi, jadi mana mungkin kaachan tidak gugup !"

Melihat tingkah ibunya yang lucu, mood Naruto yang sebelumnya rendah menjadi jauh lebih baik. Dengan ibu yang seperti ini, mana mungkin dia sanggup memiliki emosi negatif yang akan membuat suasana bahagia ibunya hancur.

Beberapa saat kemudian, ibu dan anak telah tiba di depan gedung akademi.

Hasina yang masih mengkhawatirkan kesehatan mental Naruto memutuskan untuk memberikan lebih banyak cinta untuk menenangkan putranya yang terlihat memaksakan diri.

"Kamu cukup ingat satu hal. Kaachan menyayangimu dan kamu memilikiku."

Mencium kening anaknya, Hasina melihat Naruto yang linglung sambil memegang dahinya yang telah dicium olehnya sebelumnya.

"Aku mencintaimu. Sekarang, ayo segera pergi. Jangan sampai terlambat."

Saat Hasina berpikir Naruto akan berbalik dan pergi karena malu, dia justru dibuat terkejut saat Naruto yang sebelumnya masih syok secara tiba-tiba melompat dan memeluk dirinya.

Dengan suara yang teredam, Naruto menjawab.

"Aku juga sangat mencintaimu."

Sebelum akhirnya lari dengan kecepatan tercepatnya, terlihat seperti sedang melarikan diri.

Dibelakangnya.

Hasina melihat punggung putranya yang semakin kecil. Dia yang biasanya pandai mengendalikan situasi benar-benar menjadi kaku. Otaknya hampir berhenti berfungsi, dan tangannya menggenggam kain yang berada diatas jantung saat sakit yang menusuk muncul dari arah sana.

'Aku...... Tidak bisa disini selamanya. Jadi jangan sampai terlalu terikat.'

Meski cinta Hasina pada Naruto sangatlah tulus, dan keinginan sukarela untuk tinggal bersamanya juga sudah mulai muncul, namun Hasina masih memilih untuk tidak terlalu banyak berharap.

Dia tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan, tidak tahu apakah dia memiliki kesempatan untuk mengawasi putranya tumbuh dan berkeluarga, karena mungkin saja disaat itu dia sudah menghilang lantaran misi yang berhasil diselesaikan atau dia berakhir gagal.

Pada akhirnya Adelia akan pergi meninggalkan dunia ini. Itu adalah fakta yang tak terbantahkan.

Hasina menutup matanya, dan sorot mata yang sebelumnya sedih berubah menjadi tegas saat dia membuka kembali matanya.

Beberapa detik kemudian, wanita rubah cantik yang berdiri dibawah sinar emas matahari, menghilang menjadi partikel-partikel cahaya kecil. Meninggalkan mata-mata yang selalu mengikutinya panik saat dia menyadari bahwa dia telah kehilangan jejak.

Berpindah tempat ke hutan, dua remaja sedang berhadap-hadapan dengan suasana berat diantara mereka.

Itachi dan teman dekatnya Shisui, terlihat seperti baru saja berdebat tentang sesuatu hal.

Sebagai penonton yang tahu cerita dalam, Hasina memperkirakan bahwa clan Uchiha sudah mulai bergerak dan mungkin itulah sebab dari pertengkaran mereka.

Beban desa dan clan jatuh pada remaja yang seharusnya masih bermain-main dan hidup dalam kebahagiaan. Namun usia yang harusnya masih dimasa bahagia, justru harus memikul beban orang dewasa.

"Aku akan menggunakan kotoamatsukami untuk menghentikannya."

"Aku akan membantu."

"Tidak perlu, aku akan melakukannya sendiri. Karena itu, jika aku berakhir dengan kegagalan, aku harap kamu bisa berjuang menggantikan ku."

"Tapi....."

Adegan yang tidak ada diingatan Hasina, membuatnya semakin khawatir. Anime dan manga tidak menunjukkan semuanya secara detail, jadi pasti ada beberapa yang dia tidak tahu. Apapun alasannya, bagaimanapun ketidaktahuan adalah yang paling menakutkan.

Tapi yang lebih penting dari itu sekarang, adalah.

'Aku datang tepat disaat mereka mulai membicarakan hal yang sangat penting. Apakah benar-benar ada kebetulan seperti ini ?!'

Dan jawabannya memang tidak.

Jika sekali atau dua kali, itu bisa disebut sebagai kebetulan. Tapi jika terus menerus terjadi, pasti ada yang tidak beres. Alasan yang membuat semua kebetulan indah yang menguntungkan, sebenarnya disebabkan oleh kalung safir merah muda yang bisa meningkatkan keberuntungan pengguna saat melakukan gacha.

Meski keberuntungan didalam game hanya berguna untuk gacha, namun didunia nyata, kata keberuntungan yang tidak dibatasi oleh developer dalam informasi membuat efeknya menjadi lebih menyeluruh.

Ditambah lagi, Adelia sudah terbiasa menggunakan kalung safir merah muda dan tidak pernah melepaskannya karena sudah menjadi sebuah kebiasaan, bahkan sampai saat ini pun dia masih terus memakainya.

Adapun alasan Kakashi yang tidak bisa mendeteksi kehadiran Hasina sebelumnya, juga disebabkan oleh kalung safir merah muda yang telah berjasa membantu menyembunyikan dirinya.

Hasina yang tidak tahu, hanya mengganggap bahwa shinobi juga adalah manusia, mereka pasti bisa melakukan kesalahan juga, dan mengabaikannya tanpa berusaha untuk mencari tahu alasan yang lebih spesifik.

Terlepas dari ketidaktahuan Adelia, yang terpenting adalah rencana berjalan mulus dan tujuan berhasil dicapai.

"Ara~ nak. Jangan mencoba melakukan semuanya seorang diri. Tidak peduli seberapa kuatnya dirimu, jangan mencoba menanggung semuanya. Jika kamu tetap memaksakan diri untuk melakukannya, kau lebih mungkin akan berakhir dengan kegagalan. Cobalah untuk belajar meminta dan menerima bantuan."

Dua remaja langsung mengalihkan pandangannya pada pendatang baru yang tiba-tiba menyela percakapan mereka. Namun bukannya kesal, mereka justru keheranan.

Bagaimana bisa dia bisa muncul secara tiba-tiba ?! Adalah apa yang dipikirkan oleh dua remaja itu.

Mereka adalah ninja elit, namun elit saja tidak cukup untuk menyaingi keberuntungan besar milik Hasina.

Pada akhirnya, dua remaja hebat yang merupakan karakter penting dalam anime telah disesatkan oleh Hasina yang tidak tahu apa-apa.

Sangat hebat, adalah penilaian mereka berdua terhadap Hasina. Mereka bahkan mengakui kekuatan yang Hasina sendiri saja belum pernah tunjukkan langsung pada mereka.

╔═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╗
✧*。 see you later 。*✧
╚═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╝

╔═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╗✧*。 see you later 。*✧╚═════ ⊹⊱✫⊰⊹ ═════╝

Bab sebelumnya 

Daftar bab 

Bab berikutnya 

Comments

Popular posts from this blog

01. Detektif Conan

14. Jujutsu Kaisen

24. Hanya Hari-hari Biasa 2